Showing posts with label science. Show all posts
Showing posts with label science. Show all posts

Saturday, April 27, 2013

PKM-P kita^^

Diposkan oleh noviarahma di Saturday, April 27, 2013 0 komentar

ini mau nge-share tentang PKM penelitian timku tahun 2012 kemarin, kami lolos 2 proposal, sama2 tentang fusi protoplas, yang ini mikroalga yang difusiin buat pakan alami cupang.. yang satunya bakteri yang difusiin buat pakan puyuh..
cekidot!!


ABSTRAK

Novia Rahmawati; Risma Wiharyanti; Tridesfia Lestari; Whinarsih, Optimalisasi Kandungan Karotenoid Melalui Teknik Fusi Protoplas pada Dunaliella salina dan Chlorella vulgaris untuk Pakan Alami Ikan Cupang Hias (Betta splendens), di bawah bimbingan Hermin Pancasakti Kusumaningrum.

Ikan cupang tidak dapat menghasilkan pigmen sendiri, sehingga harus disuplai melalui makanan. Dunaliella salina dan Chlorella vulgaris merupakan mikroalga pakan alami ikan dengan kandungan karotenoid tinggi yang dapat ditingkatkan kandungannya menggunakan teknik  fusi protoplas. Fusi protoplas merupakan suatu metode untuk memperoleh rekombinan dengan sifat-sifat yang dikehendaki dan menguntungkan dalam waktu singkat. Tujuan dari penelitian ini yaitu memberikan suatu alternatif pembuatan pakan alami ikan cupang dengan kandungan karotenoid tinggi melalui teknik fusi protoplas interspesies D. salina dan C. vulgaris. Teknik fusi protoplas dilakukan dalam tiga tahap yaitu isolasi protoplas, proses fusi protoplas dan regenerasi dinding sel dengan menggunakan 2 macam enzim pelisis, lisozim dan novozim serta 4 macam konsentrasi PEG, 30%, 35%, 40%, 45%. Rekombinan hasil fusi protoplas intraspesies D. salina paling stabil pada penggunaan PEG 35%, fusi protoplas intraspesies C. vulgaris  paling stabil pada PEG 40% dan fusi intergenera C. vulgaris dan  D. salina stabil pada PEG 40%. Rekombinan hasil fusi intraspesies C. vulgaris dan hasil fusi protoplas intergenera C. vulgaris dan D. salina memiliki produksi pigmen tertinggi, yaitu 410 μg/g. Rekombinan hasil fusi protoplas intraspesies D. salina kandungan pigmennya yaitu 272,38 μg/, sedangkan pigmen total D. salina murni yaitu 130 μg/g dan C. vulgaris yaitu 149 μg/g. Penerapan pakan pada ikan cupang menunjukkan ikan yang diberi pakan hasil fusi memiliki tingkat kelulushidupan yang lebih baik.

Kata kunci: Ikan cupang, D. salina, C. vulgaris, Fusi Protoplas, Karotenoid


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Saturday, March 12, 2011

sungguh tragis: Hilangnya Ratusan Juta Biodiversity Indonesia

Diposkan oleh noviarahma di Saturday, March 12, 2011 0 komentar

masalah budaya di bidang biologi nih (tugas isbd,haha..)
Indonesia konon adalah negara biodiversity terbesar kedua di dunia (megadiversity), setelah Brasil. Seharusnya kita bisa menikmati hasil dari kekayaan tersebut. Tapi kenyataannya belum, bahkan kita jauh tertinggal dalam bidang bioteknologi termasuk pemanfaatan biodiversity. Mirisnya lagi melihat suatu kenyataan bahwa pada tahun 1980-an Indonesia masih mempunyai 121 juta ha hutan, dan pada saat sekarang ini tinggal 19 juta ha saja. Menurut data dari Badan Planologi Departemen Kehutanan, laju kerusakan hutan mencapai 3,8 juta ha per tahun.

      Biodiversity (keanekaragaman hayati) adalah kumpulan organisme termasuk tumbuhan, hewan, mikroorganisme, dan ekosistem dimana organisme ini hidup. Karenanya, biodiversity adalah sumber daya alam yang penting bagi manusia dan ekosistem. Biodiversity ini merupakan aset besar dalam pengembangan bioteknologi, sehingga semestinya negara yang kaya dengan biodiversity dapat memetik hasil dari kekayaan tersebut.
      Indonesia merupakan negara yang kaya dengan kelimpahan alam dan biodiversity-nya. Seharusnya kita bisa menikmati hasil dari kekayaan tersebut. Tapi kenyataannya belum, bahkan kita jauh tertinggal dalam bidang bioteknologi termasuk pemanfaatan biodiversity. Mirisnya lagi melihat suatu kenyataan bahwa pada tahun 1980-an Indonesia masih mempunyai 121 juta ha hutan, dan pada saat sekarang ini tinggal 19 juta ha saja.
      Hilangnya ratusan juta biodiversity Indonesia dikarenakan ulah oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Pembalakan hutan secara liar masih saja terjadi. Penggunaan kawasan konservasi untuk pembangunan gedung, perumahan dan tempat perbelanjaan juga semakin marak akhir-akhir ini. Sehingga tidak heran jika kita banyak kehilangan biodiversity. Padahal biodiversity merupakan aset penting untuk pengembangan bioteknologi dan akan lebih besar nilainya ketika kita memahami bahwa di dalam jaringan pembuluh tumbuhan ditemukan begitu banyak mikroorganisme (bakteria, yeast, dan fungi) yang kemudian dikenalkan sebagai mikroba endofit. Mikroba endofitik ini ternyata juga mempunyai nilai tinggi karena mempunyai peluang membuka berbagai industri besar termasuk industri farmasi, industri pertanian dan lingkungan.




Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Friday, February 11, 2011

KaPe ku (Kerja Praktik) nih ..

Diposkan oleh noviarahma di Friday, February 11, 2011 0 komentar
ABSTRAK
Novia Rahmawati, J2B 008 054, Pembuatan Rekombinan Hasil Fusi Protoplas Intraspesies Dunaliella salina sebagai Bahan Pakan Post Larva Udang, di bawah bimbingan Hermin Pancasakti Kusumaningrum.

Dunaliella salina merupakan mikroalga pakan alami dengan kandungan karotenoid tinggi yang dapat ditingkatkan kandungannya menggunakan teknik  fusi protoplas. Fusi protoplas sebagai salah satu aplikasi bidang rekayasa genetika merupakan suatu metode untuk memperoleh rekombinan dengan sifat-sifat yang dikehendaki dan menguntungkan dalam waktu singkat. Penelitian ini bertujuan untuk membuat pakan dari rekombinan hasil fusi protoplas intraspesies D. salina yang ditambahkan pada pakan buatan. Campuran pakan hasil fusi dan pakan buatan dibutuhkan post larva udang untuk pertumbuhan, pigmentasi dan pergantian kulit. Teknik fusi protoplas dilakukan dalam tiga tahap yaitu isolasi protoplas, proses fusi protoplas dan regenerasi dinding sel. Hasil fusi protoplas intraspesies D. salina mendapatkan sel rekombinan baru sebanyak 53 sel/µl. Pembuatan pakan post larva udang dilakukan dengan pencampuran pelet dan sel rekombinan sebanyak 50-100 sel per 0,0225 g pakan. Pakan dengan penambahan sel rekombinan dengan pakan kontrol sama-sama dikonsumsi oleh post larva udang.

Kata kunci : Dunaliella salina, Fusi Protoplas, Intraspesies, Rekombinan, Pakan Post Larva Udang


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Kutur Mikroalga

Diposkan oleh noviarahma di Friday, February 11, 2011 1 komentar

Nih bagian dari kapeku (kerja praktik) .. Penelitianku tuh bikin pakan Post Larva udang dari rekombinan hasil fusi protoplas Dunaliella salina. Lebih nitikberatin ke fusi protoplasnya sih, tapi tetep aja hasil akhirnya berupa pellet pakan udang tahapan PL. Ini nih yg bikin mampus saat ujian kape kemarin, judul utamanya bikin pakan malah bahasannya yg banyak pada fusi protopasnya.. hahaaaaaa.. Syukurlah sudah terlewati smuaaaaaa :DD

Kultur alga untuk produksi pakan alami dilakukan dengan beberapa tahap. Tahap awal yang dilakukan yaitu kegiatan isolasi kemudian dikembangkan sedikit demi sedikit secara bertingkat. Media kultur mula-mula hanya beberapa millimeter saja, kemudian berangsur-angsur meningkat ke volume yang lebih besar hingga mencapai skala masal. Kultur alga hingga volume sekitar 3 liter masih dilakukan di dalam laboratorium sehingga sering disebut sebagai kultur laboratorium.
Tahap selanjutnya yaitu penyesuaian kultur dari laboratorium ke lingkungan. Dilakukan kultur semi outdoor yang dapat mencapai 60-100 liter. Faktor lingkungan yang digunakan untuk penumbuhan kultur tersebut sedikit demi sedikit disesuaikan dengan kondisi yang terdapat di lingkungan. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar sel yang tumbuh tersebut tidak mengalami tekanan lingkungan apabila kultur dari laboratorium langsung dipindahkan ke produksi massal. Teknik ini bisa dilakukan dengan beberapa tahap penyesuaian. Tahap selanjutnya adalah produksi massal kultur dari tahap penyesuaian menuju tahap langsung berhubungan dengan kondisi lingkungan luar.
Tahap penanganan pasca panen kultur pakan alami ini dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Kultur dapat dibuat pakan dalam bentuk kering maupun beku untuk pemakaian dalam jangka waktu yang lama maupun untuk kebutuhan pemenuhan kebutuhan pakan alami para petani tambak. Kultur dapat juga langsung digunakan untuk pakan alami dan langsung ditebar untuk menyediakan makanan bagi udang dan ikan.
Pertumbuhan suatu jenis mikroalga erat kaitannya dengan ketersediaan hara makro dan mikro serta dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh yaitu cahaya, suhu, tekanan osmose, pH, salinitas air yang kemungkinan dapat memacu atau menghambat pertumbuhan.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Sunday, November 21, 2010

apa itu 'fusi protoplas' ??

Diposkan oleh noviarahma di Sunday, November 21, 2010 0 komentar
Tau ga apa itu 'protoplas' ??

Istilah protoplasma itu pertama kali diperkenalkan oleh Hanstein pada tahun 1880, yang dimaksud dengan istilah tersebut adalah sel tumbuhan yang telah dikupas bagian dinding selnya atau sel tumbuhan telanjang tanpa dibungkus oleh dinding sel. Protoplas dapat dimanfaatkan untuk mendukung penelitian dasar biologi tanaman dan merupakan sarana penting di bidang rekayasa genetik, misalnya untuk hibridisasi somatik untuk meningkatkan kualitas tanaman.

   Sedangkan fusi protoplas adalah salah satu metode persilangan atau hibridisasi tanaman dengan memanfaatkan rekayasa genetika konvensional. Teknik fusi protoplas dapat digunakan untuk mencampur sifat genetik dari spesies tanaman yang sama ataupun dari spesies yang berbeda. Selain itu, teknik ini menguntungkan untuk diterapkan dalam persilangan tanaman steril ataupun tanaman dengan siklus hidup yang panjang. Untuk menginduksi atau mendukung terjadinya fusi protoplas dapat dilakukan dengan pemakaian senyawa kimia seperti polietilen glikol (PEG) ataupun penggunaan arus listrik untuk membantu fusi (elektrofusi). Ketika dua protoplas bersatu, dapat terjadi pemisahan atau penggabungan dua inti sel (nukleus) sehingga menghasilkan tanaman dengan sifat baru hasil pencampuran kedua tetua. Apabila salah satu inti sel hilang selama terjadinya fusi maka akan dihasilkan sel baru yang disebut sitoplasmik hibrid (cybrid).
    Fusi protoplas dapat dilakukan dengan cara menggabungkan seluruh genom dari spesies yang sama (intra-spesies), atau antarspesies dari genus yang sama (inter-spesies), atau antargenus dari satu famili (inter-genus). Penggunaan fusi protoplas memungkinkan diperolehnya hibrida-hibrida dengan tingkat heterosigositas yang tinggi walaupun tingkat keberhasilannya sangat ditentukan oleh genotipenya (Mollers et al. 1992). Teknologi fusi protoplas juga dapat dilakukan untuk mendapatkan sifat-sifat tertentu seperti sifat ketahanan terhadap hama dan penyakit serta cekaman abiotik.
nih jenis-jenis fusi protoplast yang dapt dilakukan adalah:
1.Fusi protoplas intragenera
Yaitu fusi protoplas antara mikrobia satu genera. Fusi ini dibagi menjadi dua, yaitu:
  a.Fusi protoplas intraspesies, yang dapat terjadi antara mikrobia satu spesies, misalnya pada jamur   Geotrichum candidum.
   b.Fusi protoplas interspesies, yang dapat terjadi antar spesies yang berbeda tetapi dalam genera yang sama, misalnya antara Penicillium chrysogeneum dan Penicillium requeforti.
2.Fusi Protoplas intergenera
Yaitu fusi protoplas antara mikrobia yang berbeda genera, misalnya antara Brevibacterium flavum dengan Corynebacterium glutamicum.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
 

Template Copy by Blogger Templates | BERITA_wongANteng |MASTER SEO |FREE BLOG TEMPLATES